Posted on December 9, 2008 by yansen
Adalah seorang pemuda yang tengah berjalan- jalan ditepi hutan untuk
Mencari udara segar, ketika dia tengah berjalan, tiba -tiba terdengarlah
Bunyi auman suara harimau… Auuuummmm….!!!!! Seekor harimau yang
Sedang lapar Dan mencari mangsa untuk mengisi perutnya Dan tiba-tiba
Sudah berada dihadapan pemuda . Pemuda tadi karena takut,
Diapun Berlari semampu dia bisa, Harimau yang sedang lapar tentunya tidak
Begitu [...]
Filed under: Renungan | Leave a Comment »
Posted on December 1, 2008 by yansen
Waktu terus berjalan. Pergantian waktu yang tak pernah berhenti. Orang-orang yang pagi itu datang ke Masjid Kufah, bertemu dengan Baginda Rasulullah Shallahu alaihi wa salam, satu persatu , mereka pergi meninggalkan tempat yang mulia itu. Masjid Kufah,
Filed under: Renungan | Leave a Comment »
Posted on May 30, 2008 by yansen
Perkenankanlah Aku MencintaiMu Semampuku
Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu…
Lembar demi lembar kitab kupelajari…
Untai demi untai kata para ustadz kuresapi…
Tentang cinta para nabi
Tentang kasih para sahabat
Tentang mahabbah para sufi
Tentang kerinduan para syuhada
Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam
Kutumbuhkan [...]
Filed under: Renungan | Leave a Comment »
Posted on May 30, 2008 by yansen
Memang sering kali kita terperangah dan takjub melihat sesuatu
yang indah yg tertangkap oleh kedua mata kita, sehingga
membuat mata kita silau yg pada akhirnya justru kita
terbuai oleh keindahan itu sendiri…
Tentu tidaklah salah kita belajar mencintai keindahan,
karena Sang Pencipta keindahan justru mengajarkan
kita untuk mencintai keindahan.
Innallaha jamilun yuhibbul jamaala…
Namun kesalahan terjadi tatkala kita mencintai
keindahan melebihi cinta kita kepada [...]
Filed under: Renungan | Leave a Comment »
Posted on May 22, 2008 by yansen
dikutip dari eramuslim.com (seperti yang ditulis oleh Siti Aisyah Nurmi)
Selat Bosporus di tahun 1900 Angin semilir menghembus pohon-pohon di pantai. Aroma air asin tak terasa amis maupun mengganggu. Matahari belum tampak, namun cahayanya sudah membentuk bayang-bayang indah menyoroti dinding istana Dolma Bahce. Di tepi pantai seorang anak lelaki duduk menikmati subuh. Ia baru saja [...]
Filed under: Renungan | Leave a Comment »